Pelatihan Perawatan Paliatif Berbasis Modul Pengembangan Paliatif di Provinsi DIY

Sistem Kesehatan Akademik (AHS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Pelatihan Perawatan Paliatif Berbasis Modul Pengembangan Paliatif di Provinsi DIY. Kegiatan yang dipimpin oleh dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC., Sp.KKLP., Ph.D., SubSp.FOMC ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan layanan paliatif di tengah perubahan demografi dan tingginya angka penyakit kronis. Dengan semakin meningkatnya jumlah lansia dan pasien dengan penyakit tidak menular, layanan paliatif menjadi aspek penting dalam memastikan kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Pelatihan yang berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, di Ruang Kuliah 1 Gedung Radiopoetro FK-KMK UGM, dihadiri oleh tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bantul serta perwakilan Dinas Kesehatan dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Kehadiran peserta lintas profesi mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, psikolog, hingga dokter spesialis dari RSUD Panembahan Senopati menunjukkan besarnya antusiasme untuk memperkuat kompetensi dalam pelayanan paliatif yang komprehensif dan terintegrasi.

Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menjadi provinsi dengan persentase lansia tertinggi di Indonesia, membutuhkan perhatian khusus dalam pengembangan layanan paliatif. Melalui pelatihan ini, AHS bersama FK-KMK UGM memberikan penguatan kapasitas bagi tenaga kesehatan Puskesmas Jetis 1, Jetis 2, Kasihan 1, Bantul 1, Bantul 2, serta RSUD Panembahan Senopati. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini, pengelolaan kondisi pasien paliatif, serta penerapan panduan pelayanan paliatif sesuai regulasi nasional.

Selain meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, dan sejumlah rumah sakit di Yogyakarta. Sinergi ini sejalan dengan rekomendasi WHO dalam mewujudkan layanan paliatif berbasis komunitas yang lebih kuat, dengan fokus pada pelayanan primer dan kolaborasi multisektor. Langkah ini diharapkan mampu memperluas cakupan dan kualitas layanan paliatif, khususnya bagi masyarakat Bantul dan sekitarnya.

Melalui pelatihan ini, AHS berharap kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan paliatif komprehensif semakin meningkat, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan. Dengan penguatan kapasitas SDM dan harmonisasi antar lembaga, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pelayanan paliatif yang bermartabat, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi DIY, sehingga pasien dan keluarga memperoleh dukungan optimal dalam menghadapi penyakit kronis maupun terminal.

Berita Terkait