AHS UGM Perkuat Sinergi Wisata Kesehatan melalui Finalisasi Jogjakarta Health Tourism Board

Sistem Kesehatan Akademik Universitas Gadjah Mada (AHS UGM) menyelenggarakan kegiatan Refreshing dan Finalisasi Jogjakarta Health Tourism Board & Wellness sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan pariwisata medis dan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini sejalan dengan Rencana Strategis AHS UGM 2025–2029 yang menetapkan wisata kesehatan sebagai salah satu tema prioritas dalam upaya memperkuat posisi UGM sebagai pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan berkelas internasional.

Pengembangan wisata kesehatan dipandang sebagai sektor potensial yang tidak hanya mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pemanfaatan teknologi medis, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sebuah lembaga koordinatif yang mampu menyatukan berbagai kepentingan lintas sektor secara terintegrasi dan berkelanjutan, yakni melalui pembentukan Board of Health Tourism Yogyakarta.

Melalui kegiatan refreshing dan finalisasi ini, AHS UGM memfasilitasi penyamaan persepsi serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata dan sektor swasta. Board ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam mengembangkan, mengawasi, dan mempromosikan wisata kesehatan DIY agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025 di Ruang Diskusi U25 Gedung Tahir FK-KMK UGM ini dihadiri oleh perwakilan instansi strategis, antara lain Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata DIY dan kabupaten/kota, pimpinan rumah sakit rujukan, unsur keamanan dan transportasi, otoritas bandara dan perkeretaapian, serta asosiasi pariwisata, perhotelan, dan perjalanan wisata. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi menyeluruh dalam membangun ekosistem wisata kesehatan yang kuat.

Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada finalisasi pembentukan Jogjakarta Health Tourism Board, penetapan layanan unggulan dari masing-masing bidang, serta penyusunan program kerja tahun 2026. Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk menyepakati Surat Keputusan Bersama sebagai dasar legal pembentukan Board, sekaligus memperkuat branding wisata kesehatan DIY melalui strategi promosi dan pemasaran yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Pembentukan Jogjakarta Health Tourism Board & Wellness ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan) melalui penguatan layanan kesehatan berkualitas, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan industri pariwisata kesehatan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan wisata kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait