Audiensi AHS UGM bersama dengan Dinas Kesehatan DI. Yogyakarta

Rabu (5/7) Academic Health System (AHS) telah mengadakan pertemuan bersama dengan Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta di Aula A Dinas Kesehatan DIY untuk membahas pengembangan AHS di wilayah AIPKI 4 (DIY, Jawa Tengah, dan Kalimantan) serta rencana menyusun aksi bersama guna mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi masalah prioritas. Kegiatan ini dihadiri oleh tim AHS yang terdiri dari Direktur Eksekutif AHS dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A (K), Sri Nenggih Wahyuni, S.IP., MA selaku Sekretaris Eksekutif AHS,  dr. Datu Respatika, Ph.D., Sp.M. mewakili Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat, staf sekretariat AHS, selain itu juga dihadiri kepala bidang pelayanan kesehatan, dan kepala bidang sumber daya kesehatan Dinas Kesehatan D.I Yogyakarta.

Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A (K) memberikan pengantar terkait Dinas Kesehatan DIY yang merupakan salah satu komponen penting dalam integrasi fungsional pengembangan AHS. Tujuan AHS UGM adalah membentuk kolaborasi untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di Daerah Provinsi Yogyakarta. AHS UGM juga menjadi salah satu piloting yang ditunjuk oleh Kemenkes dan Kemendikbudristek untuk pembinaan AHS Wilayah AIPKI IV yang salah satunya terkait pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) sehingga AHS UGM mengharapkan dukungan dari Dinkes DIY untuk menyelenggarakan aksi bersama sebagai kometmen mengenai apa yang akan dikerjakan bersama.

drg. Yuli Kusumastuti Iswandi Putri, M.Kes menyampaikan terkait kebijakan baru di bidang kesehatan yaitu mensukseskan transformasi di pilar 1 (layanan primer) dan pilar 2 (layanan rujukan). Perlu adanya kolaborasi dalam pemenuhan sumber daya manusia  di layanan kesehatan. M.Agus Priyanto, SKM., M.Kes memaparkan kerjasama stakeholder penting untuk mengatasi masalah kesehatan. dr. Datu Respatika, Ph.D, Sp.M menambahkan usulan pendistribusian merata Sumber Daya Manusia Kesehatan di D.I Yogyakarta. Harapannya setiap rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota memiliki layanan subspesialistik sehingga mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit pusat.

Acara ditutup dengan diskusi aktif serta rencana tindak lanjut yaitu penguatan pelayanan primer yang melibatkan semua institusi di DIY, terdapat indikator yang jelas terkait status kesehatan di masing-masing wilayah, serta penguatan pelayanan rujukan, terkait KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Uro-Nefrologi).

 

Berita Terkait